Lari pendek dan menengah menjadi olahraga atletik yang sering dilakukan. Seperti yang kita ketahui, dunia atletik mempunyai begitu banyak cabang olahraga. Salah satu dari cabang olahraga tersebut adalah lari. Jangan salah, olahraga ini mempunyai banyak nomor serta sering dijadikan sebagai ajang kompetisi.

Cabang kompetisi lari yang sering dilombakan ialah lari sprint atau yang sering disebut dengan lari cepat dengan lari jarak menengah. Di dalam penerapannya, kedua jenis olahraga ini sebenarnya memiliki teknik yang hampir sama, namun ada beberapa perbedaan mendasar yang dimiliki keduanya.

Pada persamaannya, kedua olahraga lari ini sudah pasti harus dilakukan dengan cara melangkahkan lari dengan cepat ke depan dan akhirnya bisa sampai di garis finish. Bukan hanya itu, setiap olahraga lari juga memiliki teknik mengayunkan tangan untuk tambahan tenaga ketika berlari agar bisa membantu keseimbangan tubuh.
Seperti yang dikatakan sebelumnya, meskipun sepintas sama, keduanya memiliki perbedaan. Lantas, apa saja perbedaan yang dimiliki kedua jenis olahraga lari ini. Sebenarnya, ada beberapa perbedaan mendasar yang dimiliki keduanya. Berikut berbagai macam perbedaan dari kedua jenis lari ini.
Mengenal Aktivitas Lari Pendek dan Menengah
Lari cepat merupakan aktivitas olahraga yang dilakukan dengan cara lari sekencang mungkin dengan jarak lintasan yang pendek. Tentu saja, karena harus berlari sekencang mungkin meskipun dengan jarak yang relatif pendek, kemampuan yang dimiliki harus optimal, dan kecepatan yang dimiliki juga harus maksimal.
Jika membicarakan mengenai perbedaan lari jarak pendek dan menengah, tentu harus mengenal lari dengan jarak menengah terlebih dahulu. Untuk lari dengan jarak menengah merupakan aktivitas olahraga yang dilakukan dengan jarak lebih panjang dibandingkan dengan lari cepat. Salah satu hal penting yang harus diperhatikan oleh pelari adalah kemampuan yang mereka miliki.
Ini disebabkan karena jarak tempuh yang harus dilalui. Jarak tempuh yang harus dilalui pelari jarak menengah relatif jauh. Sehingga, pelari dengan jarak menengah membutuhkan kecepatan, kekuatan serta harus menguasai teknik dengan baik. Bahkan, mereka juga harus menempatkan posisi tubuh dengan maksimal.
Jarak Lari Pendek dan Menengah Berbeda
Seperti nama yang dimiliki keduanya, jarak pendek dan menengah, tentu saja perbedaan mendasar yang dimiliki keduanya berada pada jarak. Pada lari cepat, jarak tempuh pelari relatif singkat dan pendek, hanya 400 meter saja maksimal.
Dalam lari dengan jarak pendek. Jarak lintasan akan dibagi menjadi 100 meter, 200 meter dan yang terakhir memiliki jarak 300 meter. Lintasan perlombaan nantinya dibuat dengan lebar kurang lebih 1,22 meter. Sehingga jarak lintasan memang begitu pendek.
Dengan jarak yang sangat pendek ini, tentu saja pelari harus mengerahkan kecepatannya dengan penuh, agar bisa memenangkan pertandingan. Sedangkan, lari dengan jarak menengah, faktor kecepatan bukan menjadi hal yang paling utama.
Pada jarak menengah, pelari harus menempuh jarak hingga 3 km, namun ini menjadi jarak maksimal. Tentu saja jarak ini berbeda jauh dengan lari cepat, sehingga pelari dituntut harus terus memperhatikan tenaga dan peforma yang mereka miliki hingga sampai ke garis finish.
Pada kompetisi lari dengan jarak menengah ini, terbagi menjadi dua kategori, kategori tersebut untuk putra dan putri. Kedua kategori tersebut mempunyai jarak tempuh yang sama. Putra memiliki nomor perlombaan 800 sampai 1500 meter, sedangkan putri memiliki nomor perlombaan 800 sampai 1500 meter juga.
Aspek Lari Pendek dan Menengah Berbeda
Aspek lari dengan jarak yang pendek pertama adalah kecepatan. Jika jenis lari yang lain dituntut untuk mengatur kecepatan di awal dan menambah kecepatan di akhir, lari dengan jarak pendek di awal berlari sudah harus mengandalkan kecepatan, sehingga tidak dianjurkan mengurangi kecepatan.
Jika dari segi stamina, stamina lari cepat harus benar-benar kuat, karena di awal berlari sudah dituntut untuk menggunakan kecepatan penuh. Sehingga sebelum berlari, teknik-teknik khusus untuk mempertahankan stamina biasanya sudah dilatih oleh pelatih.
Ketika sedang melakukan lari jarak menengah, aspeknya tentu berbeda dengan jarak pendek. Aspek lari jarak pendek dan menengah ini menjadi sebuah perbedaan yang mencolok. Pertama masalah kecepatan. Pada dasarnya, lari memang membutuhkan kecepatan dan harus memperhatikan kecepatan dengan baik.
Tetapi, pelari harus mampu mengatur kecepatan yang mereka miliki dengan sebaik mungkin. Pelari dengan jarak menengah harus mengatur kecepatan sehingga kecepatan bisa lebih maksimal ketika mendekati haris finish. Selain kecepatan, masalah stamina tentu berbeda. Stamina lari jarak menengah harus benar-benar terjaga.
Terakhir adalah masalah gaya. Meskipun terlihat sepele, namun siapa yang menyangka jika gaya juga mempengaruhi keberhasilan yang dimiliki pelari. Pelari harus dapat mengatur gerak tubuh tangan dan kaki sehingga gerakannya bisa selaras dengan ritme yang ada.
Tumpuan Kaki Pelari Saat Lari Pendek dan Menengah
Perbedaan lainnya ada pada tumpuan kaki. Tumpuan kaki lari dengan jarak pendek lebih banyak atau lebih mengandalkan telapak kaki yang berada di bagian depan. Ketika pelari melakukan lari cepat, telapak kaki yang ada di bagian depan sangat mempengaruhi kecepatan.
Tentu saja karena tumpuan kaki lari cepat berada di bagian depan, latihan yang dilakukan akan berfokus pada kekuatan otot. Pelari dengan jarak pendek membutuhkan latihan agar bisa melakukan teknik start jongkok dengan baik. Perbedaan lari jarak pendek dan menengah dalam hal ini memang cukup mencolok.
Ketika sudah melakukan teknik start jongkok dengan baik, kaki bisa melakukan tolakan dengan kuat sehingga dorongan untuk maju ke depan akan lebih kuat. Biasanya, ketika latihan dilakukan, pelatih akan memberikan latihan start ini, agar dapat melakukan awalan dengan baik.
Beda dengan lari jarak menengah. Pelari yang melakukan perlombaan lari jarak menengah, biasanya mereka akan menggunakan tumpuan kaki di seluruh bagian kaki. Sehingga, latihan yang dilakukan lebih cenderung untuk meningkatkan stamina agar tetap fit selama berlari.

Saat sedang berlari, perbedaan lari jarak pendek dan menengah, pelari dengan jarak menengah tidak boleh mengayunkan tangan terlalu banyak, ayunan tangan harus dilakukan dengan seperlunya sehingga tenaga tidak akan cepat habis serta bisa berlari dengan lebih efisien. Condongan tubuh pelari akan lebih ke arah depan ketika melakukan start.
Tujuan dicondongkannya tubuh ke arah depan agar bisa memberi dorongan serta tenaga pada pelari. Ketika menapakkan kaki dan mulai berlari, pelari biasanya menggunakan teknik ball hell ball. Teknik tersebut merupakan teknik yang membuat tumit dan ujung kaki dipergunakan untuk melakukan tolakan.
Melakukan teknik ini juga akan membuat teknik lari dengan jarak memengah cukup berbeda jika kita membandingkannya dengan teknik lari jenis lain. bukan hanya itu, teknik start yang dipergunakan ketika lari menengah hanya mempunyai dua aba-aba serta dilakukan dengan cara berdiri.
Sehingga, seperti nama yang dimiliki keduanya, perbedaan yang terlihat mencolok memang ada pada jarak yang dimiliki. Namun lebih dari itu teknik hingga tumpuan kaki yang dipergunakan oleh dua jenis olahraga ini ternyata berbeda. Bahkan hingga ayunan lari pendek dan menengah juga memiliki perbedaan.