Hampir di seluruh dunia, permainan sepakbola memiliki peraturan yang sama, namun masih banyak terjadi kecurangan sepakbola di dalamnya. Oleh karena itu, saat ada pihak yang mencoba mengatur jalannya permainan, bisa jadi hal tersebut karena adanya tindak kecurangan seperti halnya korupsi.

Tindakan kecurangan seperti ini bisa dihukum pidana. Sebagian besar orang mengatakan jika tindak korupsi seperti ini berakar dari Asia. Hal ini dijelaskan dalam sebuah buku karangan Declan yang berjudul The Insider’s Guide to Match-Fixing in Football. Pada artikel ini akan membahas mengenai cara menghindari kecurangan dalam sepakbola.

Mengungkap Kecurangan Sepakbola dan Memberantasnya
Ada beberapa hal yang harus Anda tahu bahwa match-fixing ini tidak pernah dianggap sepele. Mengapa demikian? Hal ini karena banyak orang yang membenci tindakan ini, bahkan para koruptor sekalipun juga tidak menyukainya. Adanya kecurangan sepakbola sudah seringkali terjadi.
Hal ini bukan mengenai moral atau agama, melainkan uang. Apabila para koruptor mampu memenangkan permainan dengan jujur, tentu mereka akan memilih itu. Jika permainan dapat dimenangkan secara jujur, maka koruptor tidak perlu repot menghabiskan uang dan sumber daya lainnya.
Sementara, apabila permainan menghasilkan kekalahan yang jujur, maka para koruptor juga tidak akan kehilangan uang mereka. Lain halnya apabila permainan yang sudah mereka atur mengalami kegagalan, padahal mereka sudah membayar mahal untuk memenangkan pertandingan tersebut.
Umumnya, tindakan match-fixing ini sangat sulit dan mahal untuk bisa terjadi. Maka dari itu, ada banyak cara agar Anda bisa memberantas kecurangan sepakbola ini. Pada artikel ini akan dibahas beberapa cara dan tips agar Anda bisa terhindar dari kecurangan, maka dari itu bila Anda seorang pemain pemula wajib memperhatikannya dengan baik.
Cara Menghindari Kecurangan dalam Permainan Sepakbola
Dalam kasus match-fixing, peran whistleblower dinilai sangat penting. Adapun di luar negeri pemberantasan kasus seperti ini senantiasa melibatkan whistleblower. Walaupun dianggap efektif, namun jarang sekali ada whistleblower yang mengaku di hadapan media, seperti halnya Bambang Suryo, Lasmi Indaryani, dan Budhi Sarwono.
Adapun mereka yang mengaku, tetap dianggap sebagai pelaku yang bersalah. Dimana pada kasus-kasus sebelumnya, para whistleblower biasanya diberi hukuman bukan diberi penghargaan. Sebagaimana kita tahu, orang yang mengakui tindak korupsi tentu jarang merasakan hidup nyaman.
Oleh karena itu, supaya kasus seperti ini dapat cepat terungkap dan diberantas, para whistleblower harus dilindungi. Sering menjadi permasalahan mencari whistleblower cukup sulit. Hal ini karena tidak ada yang suka menceritakan kejelekan pribadi bersama para rekannya.
Maka dari itu, cara mendukung laporan mereka adalah dengan membentuk hotline atau call center yang independen. Hal tersebut bertujuan agar para whistleblower dapat dengan mudah menyampaikan aspirasinya mengenai kecurangan sepakbola, serta membantu pemerintah dalam menyintas aksi kecurangan dalam kompetisi olahraga.
Pengaturan Sistem Kompetisi agar Mafia Sulit Menyelinap
Selain itu, ada juga cara efektif lainnya dan hemat biaya untuk mengganggu praktik match-fixing yang marak terjadi, yaitu dengan mengatur sistem kompetisi ataupun rancangan turnamen menjadi lebih baik. Sistem permainan yang kredibel, tentunya dapat membuat para pemain merasa aman saat sedang berkompetisi.
Biasanya, pengaturan pertandingan ini dilakukan pada pertandingan yang mana salah satu pihaknya menganggap pertandingan itu tidak begitu penting. Sebagai contoh, pada ajang NBA (Liga Basket Amerika Serikat), biasanya banyak tim yang berusaha kalah menjelang akhir musim.
Hal tersebut bertujuan untuk menduduki peringkat bawah, kebanyakan dari mereka melakukannya agar karena peringkat terbawah biasanya akan mendapatkan jatah draft pick lebih tinggi pada musim berikutnya.
Hal yang sama juga pernah terjadi saat kasus “sepakbola gajah” yaitu antara PSS Sleman dan PSIS Semarang di tahun 2014. Dimana terjadi lima gol bunuh diri dalam durasi enam menit, ini terjadi karena keduanya ingin menghindari calon lawan kuat di fase gugur apabila mereka menang.
Perlu Anda ketahui bahwa pertandingan penting menjelang akhir musim merupakan pertandingan merebutkan gelar juara atau degradasi. Maka dari itu, banyak pertandingan papan tengah dapat dijual kepada yang lebih butuh.
Selain itu, hal tersebut juga dapat dihindari dengan memberi insentif lebih besar setiap peringkat. Namun, ada perbedaan apabila selesai pada posisi klasemen ke-10 dan ke-11, misalnya Rp100 juta. Apabila cara ini dilakukan, maka match-fixing akan tetap ada, namun harganya tentu akan lebih mahal.
Adapun solusi lain yang dapat dilakukan yaitu dengan mencanangkan sistem setengah kompetisi seperti pada Premiership Skotlandia ataupun Ekstraklasa Polandia. Umumnya, mereka menyelenggarakan liga dengan kapasitas peserta yang lebih sedikit.
Langkah tepat lainnya yang juga bisa Anda lakukan untuk meminimalisir kecurangan sepakbola yaitu dengan membatasi pergerakan mafia (koruptor). Hal ini biasanya dilakukan oleh pihak terkait guna meningkatkan rasa kepercayaan di antara para pejabat, administrator kesebelasan, pemain, dan maupun wasit.
Maka dari itu yang perlu dilakukan untuk mengatasi terjadinya kecurangan sepakbola yaitu dengan cara menurunkan rasa kepercayaan dan meningkatkan kecurigaan di antara para koruptor. Hal tersebut dapat dilakukan dengan melakukan kampanye secara terang-terangan untuk menjebak para koruptor.
Sebagai contoh, pejabat liga dan pejabat kesebelasan biasanya akan mendekati calon koruptor dan mengusulkan peraturan pertandingan. Apabila koruptor tidak segera menghadap ke pihak berwajib seperti polisi, maka akan segera menghadapi hukuman.
Adapun seorang koruptor yang awalnya tidak dapat membedakan antara pendekatan jujur untuk tindak korupsi dan pendekatan tidak jujur. Bisa saja koruptor dapat beraksi, namun kita dapat berasumsi bahwasanya sinyal tersebut dapat membuat biaya untuk melakukan kecurangan sepakbola juga semakin tinggi.
Selain dapat membuat rasa percaya antar koruptor menurun, cara mengatasi yang satu ini juga dapat dilakukan dengan mengawasi pasar taruhan. Anda juga bisa melalui Genius Sport atau lainnya. Bagaimana juga potensi disusupi cenderung memiliki odds atau peluang yang aneh.
Pembentukan Badan Anti-Korupsi Olahraga Internasional
Berdasarkan review buku Declan, dapat disimpulkan bahwa tindak korupsi dapat terjadi pada seluruh lapisan kepengurusan sepakbola, baik itu pemain, pejabat federasi, mafia, hingga polisi sekalipun. Oleh karena itu, dapat diterapkan salah satu cara mengatasi kecurangan sepakbola dengan membentuk badan anti-korupsi yang independen.

Adapun Declan kerap memberi contoh WADA (Badan Anti-Doping Dunia) dimana sukses memberantas dan mencegah adanya doping di olahraga. Langkah tersebut dapat dilakukan pada kasus match-fixing. Apabila dipersempit di Indonesia saja, mungkin sama seperti KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).
Perlu diketahui bahwa Badan Anti-Korupsi Olahraga ini terdiri dari unit intel, dimana dapat mengumpulkan informasi mengenai potensi koruptor dan juga cara pendekatan mereka, sertifikasi anti korupsi pada organisasi-organisasi olahraga yang dinilai bersih dan jauh dari tindak match-fixing.
Mendengar ide-ide brilian tersebut, ya memang terdengar sangat baik di atas kertas. Akan tetapi, jika membahas kenyataannya nanti, lantas siapa yang akan membayar mereka? Declan memberi jawaban yang cukup menohok yakni: industri perjudian olahragalah yang akan membayar Badan Anti-Korupsi Olahraga.
Sejumlah pembahasan terkait cara mengatasi tindak kecurangan sepakbola di atas, diharapkan dapat menjadi motivasi sekaligus informasi terkini mengenai industri olahraga tanah air.